Ini Lah 4 Unicorn Startup Yang Ada Di Indonesia

informasi24 - beberapa minggu terakhir kata "UNICORN" sangat heboh di bicarakan oleh publik setelah Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo sempat melontarkan pertanyaan kepada capres nomor urut 02 Prabowo Subianto soal upaya mendukung pengembangan unicorn saat debat kedua Pilpres 2019 Minggu malam (17/2).
lalu apa sih Unicorn Startup itu?

Ini Lah 4 Unicorn Startup Yang Ada Di Indonesia

Penjelasan Tentang Unicorn Startup

mungkin sebagian orang belum tahu apa itu Unicorn Startup, Unicorn merupakan istilah yang sangat familiar di dunia Industri/Perusahaan rintisan atau startup. Istilah unicorn digunakan untuk mendeskripsikan perusahaan privat yang telah mengantongi valuasi lebih dari US$1 miliar.
Istilah unicorn di dunia startup pertama kali diperkenalkan oleh pemodal kapital Aileen Lee pada tahun 2013. Lee menggunakan istilah unicorn untuk mendefinisikan perusahaan teknologi yang dinilai memiliki ide dan solusi tak biasa dengan valuasi lebih dari US$1 miliar.

pada saat ini, ada 4 unicorn di indonesia. salah satu unicorn tersebut bahkan telah menuju decacorn atau yang sudah memiliki valuasi sebesar US$ 10 Miliar.

Unicorn-unicorn tersebut ialah :

1. Go-Jek

Go-Jek pertama kali berdiri pada tahun 2010. Ketika itu, go-Jek melayani transportasi ojek yang mengandalkan call center. Pada tahun 2015, Nadiem membawa Go-Jek lebih inovatif lagi dengan menghadirkan aplikasi sampai populer hingga sekarang ini.

Saat ini, Go-Jek sudah menjadi salah satu raja transportasi online di Indonesia. Bahkan layanan ini juga sudah merambah ke Vietnam. Berdasarkan catatan detik pada Oktober lalu, valuasi pasar Go-Jek berkisar di US$ 4,8 miliar.

Go-Jek tengah membuka putaran pendanaan baru, di mana perusahaan ini dikabarkan mendapatkan suntikan modal segar yang bersumber dari Google, Tencent, dan JD.com. Ketiganya menggelontorkan investasi sebesar US$ 920 juta atau sekitar Rp 12,9 triliun di Go-Jek.

Apabila investasi dari ketiga Google, Tencent, dan JD.com disepakati, maka akan membuat valuasi Go-Jek mencapai US$ 9,5 miliar atau setara Rp 133 triliun!

Sejauh ini, belum termasuk rumor pedanaan dari Google, Tencent, dan JD.com yang terbaru, Go-Jek telah mengumpulkan lebih dari USD 2 miliar dari berbagai investor, termasuk putaran US$ 1,4 miliar pada tahun lalu hingga membuat perusahaan ride hailing ini memiliki nilai bisnis sebesar US$ 5 miliar.

2. Tokopedia

Valuasi raksasa e-commerce Tokopedia semakin besar setelah beberapa waktu lalu, situs marketplace ini disuntik sejumlah investor asal Jepang dan China.

Tokopedia disuntik modal senilai US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 15,9 triliun (kurs: Rp 14.500) oleh Softbank dan Alibaba Group.

Dana itu telah membuat valuasi Tokopedia saat ini mencapai US$ 7 miliar atau setara Rp 101,5 triliun.

Total valuasi tersebut dipercaya dari salah satu sumber Techcrunch, seperti dikutip Rabu (12/12/2018). Dengan masuknya suntikan modal ini, Tokopedia tercatat telah mengumpulkan dana dari investor mencapai US$ 3,4 miliar atau setara Rp 49,3 triliun selama sembilan tahun berdiri.

CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan, perusahaan masih akan terus fokus pada pasar dalam negeri guna mendorong pembangunan ekonomi dan inklusi keuangan di Indonesia.

3. BukaLapak

Bukalapak tak sepenuhnya didukung oleh pemain lokal. Pada 13 Februari 2014, investor 500 startup masuk namun tidak dibeberkan berapa injeksi pendanaan seri A yang diberikan.

500 startup merupakan venture capital yang bermarkas di San Francisco, AS. Pendanaan yang masuk seri A lainnya yakni GREE Ventures, IREP, aucfan Co.Ltd.

Pada pendanaan seri B, masuklah Emtek (Elang Mahkota). Sang pemilik stasiun televisi SCTV ini masuk Bukalapak sebagai Lead Investor lewat KMK Online pada Februari 2015 yang juga bersamaan dengan 500 Startups.

Namun beberapa pemberitaan menyebutkan, masuknya Emtek ini sudah sejak 2014 di mana menguasai sampai 19,68% dengan nilai US$ 2,2 juta. Dan pada 2015, sampai saat ini, Emtek melalui KMK Online telah menguasai 49 persen saham Bukalapak dengan menambahkan total US$ 20 juta lebih berdasarkan pemberitaan Tech in Asia. 

Pendanaan sudah mencapai seri D di Bukalapak. Di mana pada seri D ini ada investor lain seperti Mirae Asset-Naver Asia Growth Fund, GIC sampai Ant Financial yang merupakan perusahaan subordinasi Alibaba Group

4. Traveloka

Satu lagi startup unicorn di Indonesia adalah Traveloka, situs penyedia layanan travel ini punya valuasi di atas US$ 1 miliar, bersanding dengan Go-Jek, Tokopedia dan Bukalapak.

Traveloka telah merambah negara-negara di kawasan ASEAN, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Traveloka melakukan empat kali putaran penggalangan dana dengan total suntikan dana di atas US$ 500 juta. Deretan investor Tokopedia adalah Expedia, GFC dan Sequoia Capital dari AS, Hillhouse Capital dan JD.com dari China.

Posting Komentar

0 Komentar